Site icon Rutasmotos

Judi bukanlah kebiasaan buruk, melainkan ekspresi kemanusiaan kita

Pernyataan itu menarik, karena menyentuh sisi filsafat dan psikologi manusia.

Memang benar, jika dilihat secara historis dan antropologis, judi bisa dipahami sebagai ekspresi kemanusiaan:

Dalam arti ini, judi bukan sekadar “kebiasaan buruk”, melainkan cerminan sifat manusia yang ingin merasakan ketegangan, harapan, dan peluang—sesuatu yang juga muncul dalam bisnis, seni, bahkan cinta.

Namun, di sinilah batas pentingnya.

👉 Ekspresi kemanusiaan tidak otomatis berarti sehat.
Banyak hal yang sangat manusiawi—amarah, keserakahan, nafsu—tetap perlu dikendalikan. Judi menjadi masalah ketika:

Jadi, mungkin lebih adil mengatakan:

Judi adalah ekspresi kemanusiaan yang netral secara moral,
tetapi dampaknya menjadi baik atau buruk tergantung batas, konteks, dan kendali diri.

Di dunia modern—dengan algoritma, desain adiktif, dan akses tanpa henti—ekspresi ini sering dimanipulasi, sehingga sisi “kemanusiaannya” berubah menjadi eksploitasi terhadap kelemahan manusia itu sendiri.

Kalau kamu mau, aku bisa bantu membedah ini dari sudut:

Exit mobile version